Mongabay Indonesia Podcast · 3 Sep 2026 · 1:08:21
Dengarkan di aplikasi Podli 🎧
Ikuti podcast favoritmu, dengarkan offline dan di mobil dengan CarPlay dan Android Auto, dan selalu lanjutkan dari tempat terakhir. Coba gratis.
Laut dalam menyimpan kehidupan yang belum banyak dikenali. Ketika kekayaan laut Indonesia sering dikaitkan dengan terumbu karang, ikan, atau penyu, berbagai organisme di dasar perairan justru luput dari perhatian. Penemuan "kecoak laut raksasa" di perairan Selat Sunda dan selatan Jawa membuka jendela untuk memahami dunia yang tersembunyi tersebut.
Meski disebut kecoak laut, satwa ini bukan serangga. Hewan dari marga Bathynomus tersebut merupakan isopoda, kelompok krustasea yang berkerabat dengan udang, kepiting, dan lobster. Tubuhnya yang pipih dan beruas membuatnya diasosiasikan dengan kecoak. Sebutan populer ini membantu masyarakat membayangkan penampilannya, tetapi juga dapat menimbulkan kekeliruan dalam memahami identitasnya.
Spesies bernama Bathynomus raksasa ini ditemukan melalui South Java Deep-Sea Biodiversity Expedition pada 2018, penelitian bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia [LIPI, atau sekarang BRIN] dan National University of Singapore. Ekspedisi tersebut mengumpulkan sekitar 12.000 spesimen yang diperkirakan mewakili 800 spesies. Temuan ini memperlihatkan bahwa perairan di sekitar Jawa masih menyimpan kekayaan hayati yang belum sepenuhnya terdokumentasi.
Dengan panjang tubuh mencapai sekitar 36 sentimeter, Bathynomus raksasa menarik perhatian bukan hanya karena ukurannya. Sebagai pemakan bangkai, satwa ini memanfaatkan sisa ikan, sotong, dan organisme lain yang jatuh ke dasar laut. Perannya menunjukkan bahwa hewan yang asing bagi manusia tetap menjadi bagian penting dalam jejaring kehidupan.
Namun, menemukan spesies baru bukan sekadar menjumpai hewan yang belum pernah terlihat. Peneliti perlu memeriksa karakter tubuh dan membandingkannya dengan spesies yang telah dikenal. Proses ini menegaskan pentingnya taksonomi sebagai dasar untuk memahami keanekaragaman hayati.
Lalu, bagaimana peneliti memastikan identitas Bathynomus raksasa? Mengapa satwa ini jarang ditemukan nelayan, dan apa ancaman bagi kehidupannya?
Mongabay Indonesia membahasnya bersama Conni Margaretha Sidabalok, peneliti yang saat diskusi berlangsung bekerja di Pusat Penelitian Biologi LIPI. Percakapan ini menelusuri proses penemuan, peran ekologis, dan pentingnya penelitian laut dalam untuk mengenali sekaligus menjaga kekayaan hayati Indonesia. Diskusi ini juga mengingatkan bahwa perlindungan laut perlu mencakup kehidupan yang jauh dari pandangan manusia.
Episode: Mongabay Indonesia Podcast