Mongabay Indonesia Podcast · 7 Jan 2025 · 2:21:22
Dengarkan di aplikasi Podli 🎧
Ikuti podcast favoritmu, dengarkan offline dan di mobil dengan CarPlay dan Android Auto, dan selalu lanjutkan dari tempat terakhir. Coba gratis.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengadakan diskusi bertajuk Omon-omon Hutan, Sawit dan Deforestasi untuk membahas ancaman deforestasi serta kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh perkebunan sawit. Diskusi ini muncul sebagai respons terhadap pernyataan Presiden Prabowo yang menyatakan bahwa perkebunan sawit tidak menyebabkan deforestasi dan justru mampu menyerap karbon. Pernyataan ini menuai kontroversi mengingat berbagai data yang menunjukkan dampak negatif industri sawit terhadap hutan dan ekosistem.
Selain itu, perubahan logo Kementerian Kehutanan yang menyerupai pohon sawit turut menjadi sorotan dalam diskusi tersebut. WALHI menilai bahwa perubahan ini dapat memberikan citra positif yang keliru terhadap industri sawit, mengabaikan fakta mengenai kerusakan lingkungan dan hilangnya keanekaragaman hayati akibat ekspansi perkebunan sawit. Simbolisasi ini dikhawatirkan semakin menguatkan narasi bahwa sawit tidak memiliki dampak buruk terhadap hutan Indonesia.
Rencana pemerintah untuk membuka hutan seluas 20 juta hektar guna memperluas perkebunan sawit juga mendapat kritik tajam. WALHI menilai kebijakan ini berpotensi memperparah deforestasi dan memicu berbagai bencana ekologis, seperti kebakaran hutan, kekeringan, serta banjir. Selain itu, ekspansi sawit sering kali melibatkan praktik-praktik korupsi dalam penerbitan izin lahan, memperlihatkan lemahnya tata kelola di sektor ini.
Ancaman kerusakan lingkungan akibat ekspansi perkebunan sawit mencakup hilangnya hutan primer, rusaknya habitat satwa, dan peningkatan emisi karbon akibat pembukaan lahan secara besar-besaran. WALHI menyerukan perlunya kebijakan yang lebih berkelanjutan dan transparan dalam pengelolaan perkebunan sawit, serta penguatan regulasi untuk melindungi hutan dari praktik-praktik eksploitasi yang merugikan lingkungan dan masyarakat.
Kunjungi website Mongabay Indonesia untuk mendapatkan berita-berita terbaru, dan terhangat dari garis depan alam Indonesia: https://www.mongabay.co.id/Episode: Mongabay Indonesia Podcast